Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Andii


 Resume ke-23 KBMN-28

Tanggal             : 01 Maret 2023
Tema                 : Menerbitkan Buku Semakin                                            Mudah di Penerbit Indi
Narasumber.     :  Raimundus B. Prasetyawan, S. Pd
Moderator          :  Nur Dwi Yanti, S. Pd

Salam literasi,
Hari ini adalah pertemuan KBMN Gelombang ke-28 yang ke-23, Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk belajar, berikut adalah paparan dari narasumber.

materi malam ini Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi oleh Narasumber yang hebat Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd,.

Siapakah Narasumber malam ini? Kenalan, yuk. Tim Sukses Om Jay memanggil beliau dengan sebutan Om Ian. Di usia muda sudah memiliki segudang prestasi dan karya. Tulisannya yang mencapai puluhan sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. Ada juga yang dimuat di Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup.

Lahir di Jakarta tanggal 30 Juni 1992 dengan sederet prestasi. Saat ini berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. 

Berikut urutan prestasi yang beliau torehkan. 

  1. Juara II Lomba Blog Diaryclare Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya (2013)
  2. Penulis Terbaik II Buku Antologi Rona Rasa (2020)
  3. 20 Naskah terpilih Buku Antologi Kembara Bakti
  4. 38 Naskah terpilih Buku Antologi Jejak Keberhasilan
  5. Parasamya Susastra Nugraha 2020
  6. Juara II Lomba Best Practice PGRI Kec. Kemayoran (2021)
  7. Parasamya Suratma Nugraha 2021
  8. Juara II Guru Berprestasi Tingkat Kota Jakarta Pusat Wilayah 2 (2022)
  9. Parasamya Suratma Nugraha 2022
Klik profil lengkapnya :

Selanjutnya, mengapa kita memilih menerbitkan buku di penerbit Indie atau Independen? Ternyata, dengan menggunakan penerbit ini kita bisa mengontrol proses penerbitan dan distribusi buku secara mandiri. 

Beda halnya jika menggunakan penerbit mayor yang mana, kita harus sabar menanti dan harus mengikuti beberapa kriteria sebelum buku diterima dan masuk kualifikasi. Yang tentu saja tujuannya untuk mendapat naskah yang berkualitas dan diprediksi akan laku di pasaran. 

Ternyata penerbit Indie itu :
1. Menerima naskah tanpa seleksi.
2. Proses penerbitan mudah dan cepat
3. Biaya penerbitan bervariasi
4. Biaya cetak ulang dan ongkir ditanggung penulis
5. Penulis menentukan sendiri harga bukunya
6. Tidak memasarkan buku ke toko buku
7. Penulis memasarkan sendiri bukunya jika ingin laris. 
8. Untuk penulis pemula, akan menumbuhkan semangat menulis. 

Om Ian mengatakan bahwa bagi Penulis pemula Penerbit Indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. 

Penulis perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Hal itu merupakan konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Tips dalam menentukan penerbit indie antara lain :
●      Biaya penerbitan
Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
Batas maksimal jumlah halaman
Ketentuan dan Biaya cetak ulang
Apakah dapat Master PDF
Jumlah buku yang didapat penulis

Sangat membantu para Guru dalam menerbitkan buku karena :
1. Belum ada referensi penerbit Indie
2. Memilihkan penerbit yang terjangkau, berkualitas dan terpercaya
3. Membantu komunikasi ke penerbit 
4. Memberi pengalaman menerbitkan buku yang memuaskan. 

Contoh penerbit yang Om Ian tawarkan adalah 


Penjelasannya yang diambil melalui

Isinya antara lain :
Biaya penerbitan 400.000 itu untuk maksimal 280 halaman A5. Biaya 400.000 tersebut juga bisa saja bertambah jika anda memiliki permintaan-permintaan tambahan.

Tentang ISBN
Penerbit secara otomatis akan mengajukan naskah untuk mendapat ISBN. Jika pengajuan ditolak, akan dicoba terus. Namun jika berbagai upaya sudah diusahakan oleh penerbit dan tetap ditolak ISBNnya, maka buku akan diterbitkan dengan QRCBN. 

Berapa Lama Proses Penerbitan ?
Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan antara 2 sampai 4 bulan.

Jangan lupa naskah buku  juga disertai kelengkapan naskah yaitu:

  • cover ( judul buku dan nama penulis saja),
  • Prakata,
  • Kata Pengantar (tidak wajib)
  • daftar isi (tanpa nomor halaman),
  • profil penulis,
  • sinopsis 

Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Kelengkapan naskah jangan dipisah-pisah menjadi beberapa file word. Semua digabung dalam 1 file word bersama isi naskahnya

Silakan anda sendiri yang mensetting file word naskah sesuai format naskah yang tercantum pada gambar poster di atas. Naskah dikirim ke saya dalam bentuk file word dan hanya 1 file word saja, berisi naskah beserta kelengkapan naskah. Jumlah halaman paling sedikit 80 halaman A5.

Isi naskah boleh disertakan gambar/ilustrasi/tabel tapi maksimal 10 halaman saja. Jika lebih dari 10 halaman yang memuat gambar, akan kena biaya tambahan.

Spesifikasi cetak: kertas isi bookpaper 57 gsm, tinta cetak isi hitam putih, kertas sampul ivory 260 gsm, laminasi sampul doff, jilid menggunakan perfect binding (lem panas), soft cover, kemasan buku memakai plastik wrapping.

Ketentuan Desain Cover
  1. Jika desain cover dibuatkan penerbit, akan dibuatkan 2 desain cover untuk dipilih
  2. Jika penulis sudah punya sampul sendiri atau sudah punya permintaan yang spesifik, penerbit hanya akan mengirimkan satu desain sampul.
  3. Permintaan revisi cover yang berlaku hanya revisi minor. Tidak bisa revisi mayor seperti penggantian warna dominan/gambar utama/sejenisnya yang mengharuskan pendesain untuk merancang ulang,

Daya tarik penerbit ini yaitu :
1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah.

2. Jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 hal A5. Tidak kena biaya tambahan halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.

3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee

Pesan dari Om Ian, menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit. Bukan seperti fotokopi yang sehari jadi. Jadi, jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya. Silakan perhitungkan waktu proses penerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, Karena ISBN sekarang prosesnya ketat.
Demikian resume dari paparan narasumber yang telah memberikan materi yang bermanfaat.

Salam literasi,


Lidya Suherly.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Market Day at Pulogadung 07

Intelektualitas Menulis buku

inovasi media pembelajaran