Menulis Buku Ajar


 KBMN Gelombang ke-28

 Resume ke-19

 Moderator      : Mutmainah

 Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd

 Salam literasi,

Alhamdulillah tak terasa KBMN Gelombang ke-28 ini telah memasuki pertemuan ke-19,

Masih tetap semangat untuk mengerjakan tugas resume yang sebentar lagi akan ada di penghujung pertemuan, menulis adalah kegiatan yang bisa mencurahkan segala pikiran, pengetahuan yang kita dapat dari segala, ikatlah ilmu yang kita dapat dengan cara menuliskannya, itu juga kata-kata yang menjadi motivasi diri untuk terus  memacu diri untuk progres yang lebih baik.

Malam ini narasumber  yang luar bias yang akan memaparkan materi KBMN ,Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, M. Pd dinyatakan telah meraih penghargaan dari Perpustakaan Nasional sebagai buku terbaik. 

Sang narasumber  akan membagikan ilmu dan pengalamannya dalam menulis buku ajar. Buku yang sebaiknya ditulis oleh Guru mata pelajaran tersebut karena guru paling tahu karakteristik siswa, sekolah, dan latar belakang lingkungan peserta didiknya. Isinya pasti berbeda dengan buku ajar yang lain.  

Hal yang mengejutkan, bahwa ketika buku ajar yang kita buat dipakai oleh ribuan sekolah, kita akan memiliki royalti buku besar. Bisa-bisa, ratusan juta uang masuk rekening. Luar buasa bukan? 

Sebelum lanjut dalam materi, kita berkenalan lebih dekat dengan Ibu Muda. 

Dr. Mudafiatun Isriyah, M. Pd

Beliau merupakan seorang Konselor, Penulis dan Asesor BAN PAUD Jatim. Lulus cum laude prodi PAUD UNESA Surabaya dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang, untuk meraih gelar doktor Bimbingan dan Konseling. 

Beliau ternyata alumni BM 4 asuhannya Omjay. Dan peraih buku terbaik Perpusnas 2021 bersama prof Ekoji dalam tantangan menulis selama satu minggu.

Rahasia menata materi bahan ajar yang mudah sebagai seorang pendidik yaitu Sebagai penulis buku, kita harus menguasai penguasaan ilmu, kemampuan berbahasa, dan paling penting adalah punya komitmen. 

Bahan ajar vs buku ajar

1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.

2. Pentingnya Buku Ajar dalam pembelajaran

3. Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran

4. Cara Penulisan Buku Ajar

5. Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar

Yang pertama kita sebagai penulis buku adalah menguasai penguasaan ilmu, kemampuan berbahasa, dan paling penting adalah punya komitmen.

Bagaimana bahan ajar vs buku ajar itu.

1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.

2. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.

3. Bahan Ajar Cetak: 

 Buku Teks, Buku Referensi, dan Monograf, 

•Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ  

•Panduan = Petunjuk = Pedoman,

•Atlas = Peta •Diagram = Poster   

•Brosur = Leaflet = Manual      

Bahan Ajar non-Cetak: 

• Internet = Web Based Courses = e-learning 

• CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer 

• Slide • Video / TV • Audio / Radio

Sedangkan Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar.

Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001).

Mengapa buku ajar penting dalam pembelajaran?

1. Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa.

2. Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru.

3. Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja.

4. Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi.

5. Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi.  

Nah ini sangat penting yang harus dipahami, mengapa buku ajar ini wajib diwujudkan oleh seorang guru.  Mengacu pada Trilogi Pembelajaran, yaitu: 1. Tujuan, 2. Strategi, dan 3. Penilaian.  Karena syarat minimal terjadinya pembelajaran adalah Mahasiswa/siswa – Materi – Guru/Dosen.

Beban belajar mahasiswa untuk 2 sks (SN-DIKTI, 2015): 2 sks = 340 menit. Kebutuhan bahan bacaan?

Seorang guru memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajarnya yaitu dengan menata buku ajar sendiri sesuai mata pelajaran yang  diampu.

Selain itu apa keuntungan buku ajar bagi guru/dosen?

1. Promosi & Kenaikan Pangkat 

2. Mendapatkan insentif 

3. Finansial-Royalti

4. Eksistensi diri

5. Media Ekspresi

6. Branding Personal dan Institusi

7. Penguatan Keilmuan; dll. Eksistensi diri

Guru adalah sebagai agen Aktivitas Pembelajaran.  Capaian Pembelajaran? Guru adalah sebagai Peneliti dan Pembelajar.  Pengalaman dan Kurikulum sebagai pegangan kita dalam menulis buku ajar.  Guru membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) / Silabus.  Desain pembelajaran sebagai langkah awal untuk memulai.  Semua mata pelajaran yang didesain itu sama dengan outline calon buku kita.  Nah ini akan menghasilkan buku ajar, buku modul dan diktat.  Seorang guru juga sebagai Peneliti? maka akan menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah, ini bahan untuk menjadi buku.

Banyak hal yang harus dipahami dalam menulis buku ajar agar lebih berisi dan bermanfaat.

Demikian resume yang singkat ini agar dapat bermanfaat, dan terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat.

Salam literasi.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Market Day at Pulogadung 07

Intelektualitas Menulis buku

inovasi media pembelajaran